Laporan Reporter Tribunnews.com Bayu Indra Permana

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sugiyarto, selaku kuasa hukum Galih Ginanjar, mengaku tak puas dengan hasil Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menolak kasasi Galih. -Sugiyarto juga berencana untuk bertemu dengan Galih Ginanjar untuk memberikan nasehat dan mempertimbangkan upaya hukum lainnya, yaitu menjatuhkan hukuman ke Mahkamah Agung. -Trigiunnews.com bersama Sugiyarto pada Kamis (09/07) mengatakan: “Kalau dibilang kecewa kita tidak akan terlalu kecewa, kita tidak akan puas. Karena putusannya sama dengan putusan PN Jakarta Selatan.” / 2020 ).

“Aku akan menemui maa Galih dan membujuknya untuk mempertimbangkan menelepon,” jelasnya.

Sugiyarto mengatakan tidak ada yang salah dengan permohonan kasasi tersebut karena hukuman terhadap Galih tidak bisa berbeda dengan prosedur kasasi.

Baca: Kuasa Hukum Ga Melihat Ginanjar Tak Berbicara dengan Barbie Kumalasari Soal Penolakan Banding

Baca: Banding Ditolak Pengadilan Tinggi, Galih Ginanjar Masih Dihukum 2,4 Tahun Penjara – Jika Putusan Asli Dicabut, Memang Benar Jika bisa dijatuhkan hukuman yang lebih ringan, MA juga akan menolak hukuman semula dan tidak akan menambah hukuman semula, mungkin hanya akan memperkuat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. -Sugiyarto juga menyatakan bahwa dua terdakwa lainnya yaitu Pablo Benua dan Rey Utami tidak mengajukan banding sebagai kliennya. Sejauh ini, belum ada keputusan yang dibuat antara Pablo dan Rey.

“Jaksa juga mengajukan banding karena jaksa meminta saya (jika saya ingat benar) untuk memberi Galih 3 tahun 6 bulan, dan kemudian Pablo 2 tahun, 6 reyes, 1 bulan dan 8 bulan .–” Namun vonis hanya datang dari Rey selama 1 tahun 4 bulan. Pablo mendapat 2 tahun 4 bulan dikurangi subsidi 6 bulan atau denda 100 juta dollar AS setelah 1 tahun 8 bulan, namun vonis tersebut tidak melebihi 2 tahun jaksa. / 3. Dia menjelaskan: “Menurut putusan jaksa, jika putusan kurang dari 2/3 dari permintaan jaksa, jaksa harus mengajukan banding.”