TRIBUNNEWS.COM – Dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, terdakwa Lucinta Luna memilih untuk tidak mengirimkan pengecualian atau pemberitahuan keberatan setelah mendengar penuntutan jaksa.

Kita tahu bahwa Lucinta Luna didakwa dengan beberapa artikel. Yang pertama adalah huruf kapital a dari Pasal 112, Paragraf 1 dari UU Narkotika, atau Pasal 127, Paragraf 1 dari UU Narkotika. -Lalu yang kedua, Lucinta Luna didakwa dengan Pasal 60 (3) Hukum Spiritual atau Pasal 62 Hukum Spiritual.

Baca: artikel Lucinta Luna tentang hukuman kepemilikan obat terlarang dan zat psikotropika

“Ya, saya tidak membuat pengecualian,” kata Lucinta Luna dalam panggilan konferensi, Rabu (27/5/2020).

Setelah memilih untuk tidak mengirimkan pengecualian, persidangan Lucinta Luna akan dilakukan lagi pada 3 Juni 2020.

Setelah itu, persidangan terdakwa Lucinta Luna akan segera mendengarkan keterangan saksi.

Baca: Fakta-fakta dari persidangan pertama kasus narkoba Lucinta Luna, tangisan dan kebingungan yang diminta hakim

Menurut pernyataan Asep Hasan Sofyan yang merupakan jaksa di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Barat, para pihak akan memberikan kasus Lucinta Luna 9 Saksi.

“Jika Lucinta Luna adalah 9 saksi, pihak lain adalah jaksa. Mungkin Lucinta akan memiliki saksi untuk membantunya mengatur waktu, karena tidak ada saksi dalam catatan,” kata Arthur Pu.

Kita tahu bahwa Lucinta Luna dan ketiga koleganya ditangkap pada jam 1:30 pagi pada tanggal 11 Februari 2020, dan segera dibawa ke Kantor Polisi Metropolitan Metropolitan di Jakarta. -Selama penggerebekan, polisi menemukan dua jenis ekstasi di puing-puing, serta tramadol dan riklona. -Lalu Lucinta Luna disebut mencurigakan karena hasil tes urinnya mencurigakan, menunjukkan bahwa dia positif untuk asupan benzodiazepine ke dalam kelompok psikotik. –Artikel ini telah dipublikasikan di Kompas.com di bawah judul “Artikel dibebankan oleh tingkat”, tanpa pengecualian yang diajukan oleh Lucinta Luna