Reporter Tribunnews.com Bayu Indra Permana melaporkan-JABARTA Tribunnews.com-Usai mengalami penipuan senilai Rs 8 miliar, Lucky Hakim akan mendatangi kantor Kementerian Perdagangan. Ia ingin memastikan bagaimana kantor kementerian menjadi tempat penipuan yang menimbulkan banyak korban.

“Jadi, Tuhan, saya bersedia. Dalam waktu dekat, ketika saya berhubungan dengan Kementerian Perdagangan, saya ingin bertanya kepada humas bagaimana mungkin memiliki kantor dan kemudian menggunakan ruangan itu untuk penipuan.” Lucky Hakim kepada Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2020).

“Seperti apa, apakah itu terbuka untuk umum, semua bisa datang untuk ngaku (pegawai) dan bisa masuk ke kamar, atau Karena dia sangat licik, sehingga penulis (Muhammad) bisa melakukannya “, terangnya. Lucky Hakim juga berencana bertemu dengan RI Muhammad Haikal, Wakil Ketua Pansus VI DPR, untuk menanyakan hal serupa .- — “Tentunya kami ingin meminta kepada mitra Kemendag agar memerintahkan VI’I untuk menjaga hubungan baik dengan pimpinannya Pak Muhammad Haikal (Pak Muhammad Haikal), saya ingin bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi,” jelasnya

Kasus penipuan dilaporkan oleh Lucky Hakim pada tahun 2019. Saat itu, ia baru saja mengutuk seorang bernama Dini. Proses hukumnya kini sudah memasuki tahap persidangan, dan Muhammad baru saja ditangkap .

Namun Hakim yang beruntung itu mengaku sebenarnya ditahan oleh Dini karena dicurigai melakukan pencemaran nama baik. Dia menjelaskan: “Dia mengutuk saya karena pencemaran nama baik karena dia takut pelakunya yang tampan juga akan tertangkap. Tetapi karena saya mendapat dukungan dari teman-teman yang kuat dan polisi yang sangat profesional, semuanya terhenti. Lucky Hakim.

Karena itu, Lucky Hakim melamar ke polisi untuk status hukum di subway di Jakarta Selatan setelah dilaporkan.