DENPASAR TRIBUNNES.COM-Sebagai tergugat, I Gede Ari Astina alias Jerinx SID mengungkapkan kesedihannya selama persidangan. Jerinx mengatakan dalam sebuah wawancara di lantai tiga Aula Konser Ditreskrimsus: “Akui bahwa audio yang digunakan selama tes tidak jelas dan terputus-putus.” “Saya tidak bisa mendengarnya, sesekali. Rasanya saya tidak berbicara dengan siapa pun.” Polisi setempat Bali Biro. -Setelah meninggalkan pengadilan, Jerinx sekali lagi dipaksa memakai pakaian penjara dan diborgol.

Jerinx berkata sambil berjalan, dia diperlakukan sebagai koruptor, pembunuh, pencuri, dan teroris.

Baca: Nora Alexandra Soal Istri Jerinx SID Ganteng

Bacaan: Hakim Jelaskan Alasan Sidang Online, Jerinx Ngotot Menolak Mundur

Bacaan: Sebelum Keluar Pengadilan, Jerinx Mengeluh Soal Suara Penjaga Tidak Diketahui Jerex berkata: “Saya korup, saya membunuh, saya mencuri uang rakyat, dan saya menyelesaikan bahaya bagi teroris.” Jerex mengungkapkan kepada tim media mengapa dia tidak mau berdiri. Uji coba online.

Di era teknologi yang kompleks seperti sekarang ini, Jerinx meyakini adanya potensi gangguan dalam prosedur pengadilan online, baik itu manipulasi layar atau lainnya, hal ini tidak dapat menjamin kelancaran proses hukum.

“Ketika saya hidup di Instagram, ketika saya berbicara, sinyal saya sering diretas tentang masalah penting, dan suara saya hilang,” kata Jellinks.

Jellinks masih bergumam pada dirinya sendiri ketika masih di Polres Bali, mengatakan bahwa hukum memperlakukannya dengan tidak adil. Kuarter pertama, semangat, saat Nora Alexandra merapikan rambutnya-Baca: Hari ini Jerinx berada di kuartal pertama, dan kemarin Nora Alexandra mengajukan moratorium