Wartakotalive.com reporter Muhammad Naufal melaporkan bahwa TRIBUNNEWS.COM Jakarta-Umi Pipik melakukan ziarah ke makam ayahnya satu minggu sebelum Idul Fitri. Dia meninggal tepat enam tahun yang lalu.

Istri Ustaz Uje masih ingat nasihat ayahnya kepadanya sepanjang hidupnya.

Momen ziarah sepertinya membuatnya melupakan nasihat ayahnya.

“17.5.2014-17.5.2020, kami sangat merindukanmu” Nak, jangan pernah hidup dengan belas kasihan orang lain, kamu memiliki tangan dan kaki yang kuat, teruslah mencari dan mencari rahmat Tuhan dengan tangan dan kaki yang benar, karena Allah adalah Benevolently berkata: “Dari generasi ke generasi dengan takdir Anda, Anda telah meningkatkan kesabaran dan kesabaran Anda.” Abidzar Al Ghifari

— Sebelum meninggalkan kuburan, Jangan lupa berdoa untuk ayahnya sendiri. — Karena baginya, hanya anak yang taat dan saleh yang bisa berdoa untuknya tanpa gangguan, dan mencintainya karena dia memiliki aku ketika aku masih kecil dan meninggalkan kuburnya sendiri untuk kuburnya. Makam itu, raudhah min riyathil jannah (taman langit) mengubur makamnya dengan cahaya Alquran yang saya baca, dan memperbesar makam itu dengan sedekah saya … karena itu hanya perilaku anak-anak yang tidak akan memotongnya … … Alfatiha … mardjani keenam dalam ingatan alm H. imam martono bin .. “Umi Pipik ditutup. Ayahnya Umi Pipik H. Imam Martono bin Mardjani meninggal pada 17 Mei 2014. UmiPipik tampaknya mengungkapkan keinginannya untuk ayahnya di pos Instagram-nya. (M22)