TRIBUNNEWS.COM – Arya Satria Claproth, suami penyanyi Karen Pooroe, tidak dapat menyelesaikan panggilan polisi pertama untuk kasus kekerasan dalam rumah tangga yang diduga ditujukan kepada istrinya.

Ini adalah panggilan pertama setelah status Arya dinaikkan ke pertama kalinya. Tersangka.

“Kami menelepon Kamis lalu, tetapi personel yang relevan gagal,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung dari AKBP Galih Indragiri, menghubunginya pada Senin (23/3/2020) -Arya memberikannya melalui pengacaranya. Surat polisi menjelaskan alasan ketidakhadirannya.

Membaca: 217 organisasi mengeluarkan pengumuman hasil SKD CPNS 2019 dan segera mencatat Sscn.bkn.go.id

Membaca: Arya Satria Claproth bertekad untuk dicurigai melakukan kekerasan terhadap Karen Pooroe, dan asisten video menjadi bukti- – “Alasan kami meminta waktu adalah bahwa beberapa hal tidak dapat dilupakan. Ya (alasan profesional), mungkin berhubungan dengan pekerjaan atau serupa. Tetapi menurut surat itu, itu belum diteruskan.” Katanya .

Baca: Ma Seseorang melaporkan kasus kematian baru, total 11 orang meninggal.

“Panggilan pengadilan berikutnya mungkin minggu depan. Kami akan mengirimkannya pada hari yang sama.” – Laporan sebelumnya menyatakan bahwa polisi telah secara resmi mengidentifikasi Arya Satria Claproth sebagai tersangka kekerasan dalam rumah tangga. (KDRT). Bandung menentang suaminya.

“(Arya Satria Claproth) telah dihukum sebagai tersangka mulai hari ini,” kata Kepala Kepolisian Bandung Ulung Sampurna Jaya kepada Kompas.com, Rabu (11 Maret 2020). Polisi menipu Arya dengan menggunakan Pasal 45 (2) UU No. 23/2004 Republik Indonesia tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan mengancam akan memenjarakannya selama empat bulan. telepon darurat