Bandar Lampung TRIBUNNEWS.COM-Polisi di Bandar Lampung menduga ada 2 mucikari yang terlibat dalam perdagangan orang untuk pelacuran (TPPO).

2 mucikari adalah MAZ dan MN. Kedua pihak aman di luar hotel bintang empat tempat kebiasaan pelacuran disetujui.

Yan Budi Jaya, Komisaris Utama Kapolresta Bandar Lampung, mengatakan partainya saat ini fokus pada bukti TPPO yang dilakukan oleh dua mucikari.

“Sejauh ini, kami mencurigai tersangka TPPO atau germo perdagangan orang kedua,” kata Yan Budi kepada Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (2020/7/30).

Membaca: VS & 2 orang yang dicurigai terlibat dalam pertunjukan germo ditangkap dalam kasus prostitusi online. Polisi menyita 30 juta rupee. Bukti artis VS VS juga ditemukan. Membaca: Seorang VS mengunjungi seorang pengacara. Ini adalah situasi setelah interogasi terhadap dugaan kasus pelacuran – dua orang mucikari yang dicurigai berdasarkan pada Pasal 2 (1) dan Pasal 2 UU No. 21 tahun 2017 (2) Tindak pidana dituntut karena memberantas perdagangan manusia. -Mengingat inisial artis VS dan pembeli S, Yan Budi mengatakan bahwa pihaknya masih sangat berpengalaman dalam memastikan bahwa mereka melakukan kejahatan.

Dilaporkan sebelumnya bahwa artis VS menerima pengamanan di PPA Satreskrim Kantor Polisi Bandar Lampung di sebuah hotel bintang empat di Telukbetung Selatan pada Selasa (28/7/2020) malam.

Menurut laporan, artis FTV berpartisipasi dalam prostitusi online untuk puluhan juta rupee.

Polisi juga melindungi dua orang yang diduga mucikari, yaitu saya alias MAZ dan MN.