TRIBUNNEWS.COM – Kematian penyair Sapardi Djoko Damono membuat masyarakat Indonesia merasa sedih.

Sapardi Djoko Damono seharusnya menghembuskan anak terakhirnya pada usia 80, Minggu (19 Juli 2020) pukul 9: WIB pukul 17.00.

Pria yang lahir di Solow pada 20 Maret 1940 sering melahirkan puisi romantis, yang menggerakkan hati banyak orang.

Mortal adalah salah satu puisi romantis paling populer oleh Sapadi.

Baca: Di era tertutup Sastrawan Sapardi Djoko Damono (Sastrawan Sapardi Djoko Damono), jenazahnya dimakamkan di Bogor pada hari Minggu sore

bahkan ia Tubuh itu juga dimakamkan. Puisi berjudul “Musim Hujan” ditampilkan di layar besar.

Menurut Gramedia.com, tujuh puisi cinta oleh Sapardi Djoko Damono berikut ini adalah yang paling romantis dan menyentuh:

1. Saya ingin- — “Aku ingin mencintaimu dengan kata sederhana dan punya waktu untuk mengatakan bahwa kayu dibakar menjadi abu

Aku ingin mencintaimu dengan sinyal sederhana yang tidak dapat dilewati ke dalam hujan yang menghilang”

Puisi yang aku inginkan Menjadi salah satu karya Sapardi untuk mengubah wahana menjadi lagu atau yang biasa dikenal dengan puisi musik.