Laporan oleh reporter Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Bintang film dan penyanyi Mikha Tambayong (25) mengatakan ia merasakan dampak dari epidemi virus coronavirus atau covid-19 khususnya di Indonesia. — Mikha Tambayong menyadari dampak ini, menghancurkan semua jadwal kerja dan urusan pribadi yang akan dia selesaikan di masa depan.

“Faktanya, pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan korona atau virus covid-19 menghancurkan agenda saya untuk tahun depan,” kata Mika. Tambayong dikutip oleh City News, Kamis (5 Mei 2020) dalam siaran Instagram CGV-nya.

Mikha Tambayong menjelaskan bahwa bulan ini, dia harus terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan belajar di Universitas Harvard. — “Jadwal saya telah ditetapkan untuk tahun ini, dan dikatakan bahwa saya harus melakukan ini. Sampai akhir tahun ini, saya harus belajar di Universitas Harvard,” katanya. “Tapi ternyata ini adalah virus korona atau virus covid-19, dan jadwal saya benar-benar hancur,” tambahnya. — Membaca: Mikha Tambayong Kangen hanya menonton film di rumah-sebenarnya, sejak awal tahun 2020, wanita bernama lengkap Maudy Mikha Maria Tambayong ini telah memotong jam kerja, jadi pada Mei 2020, dia Dapat terbang ke Amerika Serikat.

“Saya juga menolak banyak pekerjaan. Bahkan, saya pindah banyak pekerjaan ketika saya tidak pergi ke sekolah pada akhir tahun,” jelasnya.

Pada tanggal 15 September 1994, karya seorang aktris gadis manis yang lahir di Jakarta sekali lagi menjadi tuan rumah bersama proyek musik dengan musisi Ifa Fachir.

“Jauh sebelum co-19, saya sibuk menyiapkan musik. Karena saya ingin bernyanyi lagi, kan? Saya juga bersiap sebelum terbang ke Harvard. Sekarang, ketika virus ini ada, itu hanya Itu tidak berfungsi lagi, “katanya.

“Saya tidak bisa merekam dengan rekaman suara, bukan? Saya berkolaborasi dengan Ifa Fachir untuk membuat musik, dan itu baru saja disimpan. Yah, dibatalkan.” Dia menambahkan.

– Selain itu, Micah hanya dapat mengambil manfaat dari semua efek dari coronavirus atau epidemi Covid-19, yang telah menyebar ke seluruh dunia atau di rumah di Indonesia.

“Tapi kami tidak tahu bahwa ada epidemi seperti itu. Jadi Anda tidak bisa mengatakan Mika Tambayon:” Setelah bencana ini, saya membantu mengendalikan cuaca. Tapi jelas, epidemi ini sudah berakhir dan saya akan terbang ke Amerika Serikat. “