Laporan dari reporter Grilly Lazuardi Tribunnews.com di Jakarta-Tribunnews.com di Jakarta-Enam saksi tidak dapat berpartisipasi sebagai saksi dalam panggilan APBD dan APBD dalam persidangan korupsi pembelian peralatan medis dari rumah sakit rujukan dari Biro Kesehatan Provinsi Banten Dinas Kesehatan Provinsi Banten- P TA2012 dan kegiatan pencucian uang: Irwansyah, Rebecca Soejatie, Jennifer Dunn, Cathrine Wilson, Rony Yuliana dan Yessica Devis. Awalnya, pada Senin (9 Maret 2020), mereka akan memberikan informasi kepada bos PT Bali Pacific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Jaksa penuntut dari Komite Pemberantasan Korupsi mengungkapkan bahwa artis Budi Nugraha Jennifer Dunn tidak dapat berpartisipasi karena sakit. Menurutnya, Jennifer Dunn dinyatakan sakit.

“Buddy, yang bertemu setelah sidang pengadilan, berkata,” Dia mewakili Jennifer Dunn, dan dia bilang dia sakit. Korupsi di Jakarta, Senin (9/9/2020). Pada saat yang sama, lima saksi lainnya, Irwansyah, Rebecca Soejatie, Cathrine Wilson, Rony Yuliana dan Yessica Devis, gagal hadir, tetapi tidak memberikan informasi.

“Tidak (pernyataan, -red),” katanya. -Kemudian, jaksa dari Komite Penghapusan Korupsi akan memperkenalkan enam saksi dalam persidangan berikutnya.

Dia mengungkapkan peralatan inspeksi terkait dengan penyediaan beberapa kendaraan Henry. Asisten pemasok obat Ririn Ekawati ke artis lain? Ini adalah tanggapan dari polisi-baca: Jennifer Dunn (Jennifer Dunn) dan Catherine Wilson (Cathrine Wilson) membatalkan kesaksian dalam kasus TPPU Wawan

itu sebabnya kami akan Telepon kembali pada hari Kamis. Kami akan melihat apakah ini Kamis atau Kamis tambahnya. Selalu terima jumlah kendaraan yang sama. .

Sebelumnya, jaksa KPK menginstruksikan Kepala Eksekutif PT Balipasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan untuk mencuci uang senilai sekitar Rs 579.776 crore.

Jaksa KPK membacakan surat dakwaan di pengadilan. . Korupsi di Jakarta, Rabu (31 Oktober 2019).

Untuk kegiatan pencucian uang (TPPU), jaksa PKK Kuwait dibagi menjadi dua tuduhan.

Dakwaan pertama, yaitu 2010-2019. Selama periode ini, uang yang disamarkan dalam rupee dan mata uang asing dilaporkan total Rp479.045.244.180 Rp.

Dalam dakwaan kedua, Henry menuduh bahwa uang itu dicuci antara 2005 dan 2010. Selama periode ini, uang yang diduga disamarkan mencapai Rp. 100.731.456.119