Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kepala Komisaris Departemen Kepolisian Jakarta Barat Audie S Latuheru mengatakan dia pandai menangani kasus penyalahgunaan narkoba oleh Vanessa Angel dan suaminya Adriana Adriansyah. “Tidak ada perlakuan khusus, semuanya sama saja,” kata Audi kepada Polda Metro Jaya, Jumat (20/3/2020).

Mantan kepala polisi Ranmor Metro Jaya juga membantah perlakuan khusus terhadap pasangan itu. Termasuk dalam proses pemeriksaan rambut yang dilakukan oleh BNN Lido.

Menurut laporan, BNN Lido pergi ke kantor polisi Jakarta Barat di Vanessa Angel dan Bibi. Biasanya yang disaring akan datang ke BNN Lido.

Membaca: Hasil uji rambut Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah akan diumumkan Senin depan

Membaca: Suami Vanessa Angel tidak ditangkap, polisi: prosedurnya masih panjang — “Kami bertindak secara profesional dia Ditambahkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Vanessa menghubungi pihak berwenang lagi. Dia dan suaminya, Bibi Adriansyah, ditempatkan di rumah mereka pada Senin (16/3/2020) karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Polisi ada di tempatnya. 20 bukti penyakit mental ditemukan di rumahnya. Urinalisis, ia dinyatakan sebagai psikopriprika tipe xanax positif. Vanessa Angel negatif. Meski aktif, Bibi masih diizinkan pada Selasa (17/3) / 2020) Kembali ke rumah bersama Vanessa Angel.-Banyak partai politik mempertanyakan mengapa polisi di Jakarta Barat tidak menangkap atau menangkap suami Vanessa Angel (28), dan Bibi Adrian dicurigai sebagai tersangka, walaupun telah dinyatakan menderita penyakit mental. Ketik xanax .

Untuk ini, kepala polisi Audi La Shertu di barat Jakarta membuka suara. Dia mengklaim bahwa identitas Bibi Adriansyah saat ini hanya identitas pengguna, jadi tidak ada yang ditangkap. Ini disebabkan oleh Diatur oleh UU No. 5 (Psychotoprika) tahun 1997.

“Menurut UU No. 5 tahun 1997, bibi ditahan tanpa alasan. Pertama, dia sementara adalah pengguna. Melalui penggunaan komoditas, barang-barang ini milik VA (Vanessa Angel), “kata Audi di barat. Kepolisian Daerah Jakarta pada Jumat (20 Maret 2020) .

Mantan Markas Besar Kepolisian Cyberjaya menjelaskan Bukti xanax yang dikonsumsi oleh bibi adalah kelompok yang sakit jiwa 4. Menurut UU No. 5 tahun 1997, pengguna ‚Äútahanan adalah orang yang memiliki, mengendalikan, dan memiliki. Ini adalah properti VA dan Bibi hanya digunakan beberapa kali “, tambah Audi.