Reporter Jaganda Tribunnews.com Igman Ibrahim melaporkan-Jakarta Tribunnews.com-Kepolisian Metro Jaya berencana untuk menuduh saksi ahli dugaan pencemaran nama baik Andrey Tarani dan Rina Nose di siaran TV swasta – — Petugas Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Metropolitan Jaya, Kepala Komisaris Pol Yusri Yunus (Pol Yusri Yunus) mengatakan bahwa saksi ahli dibawa ke media elektronik untuk mengidentifikasi dugaan pencemaran nama baik. 5/20/2020) .

Di sisi lain, Yusri mengatakan bahwa wartawan juga akan memberikan saksi untuk kasus ini. Pemohon mengundang dua saksi secara total.

“Jika reporter menyebutkan dua saksi,” ia menyimpulkan.

Baca: Pengguna Internet Indonesia Ernie memanggil bibinya untuk menyatukan negara. Judo City

Reading: Sebelum calon keluarga Latuconsina, André Taulany mengusulkan serangkaian kontroversial “Plazing and Rina Nose”

Read : Terima kasih kepada komunitas dan BUMD DKI karena memerangi Corona bersama-seperti disebutkan di atas, Andre Taulany dan Rina Nose di satu tempat di Long Tail TV Kontroversi disebabkan dalam program ini. Yusri Yunus, kepala hubungan masyarakat di Departemen Kepolisian Jakarta, mengkonfirmasi bahwa keduanya diduga melakukan pencemaran nama baik. Dia mengatakan bahwa keduanya dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Ruswan Latuconsina.

Saat ini, laporan tersebut telah masuk ke Divisi Investigasi Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Laporan polisi dirilis sebagai LP / 2880 / V / YAN.2.5 / 2020 / SPKT / PMJ. -Laporan didaftarkan di Kantor Polisi Kota Jakarta pada 18 Mei 2020.