Wartakotalive.com melaporkan bahwa Ali (Arie) memuji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, Bintang Sinetron Jakarta Fairuz A Rafiq (34 tahun) kaget saat kehilangan bayinya akibat keguguran pada awal September 2020. Usianya baru empat bulan.

Namun, karena dokter mengatakan rahimnya bersih dan bisa melahirkan anak lagi, Fairuz A Rafiq pun sembuh dari depresi. Di wilayah Jakarta. Dahulu kala.

Sonny Septian membenarkan hal ini. Ia mencontohkan, mood Fairuz memang membaik dibandingkan saat awal keguguran.

“Kami sudah memikirkan aborsi semacam ini selama dua minggu terakhir. Karena kami memang menyiapkan pakaian, tempat tidur, dll. Jadi, menurut Fairuz itu di rumah,” kata Sonny Sepstian.

Baca: Dikejutkan oleh Aborsi, Fairuz Un Rafiq Selalu Berharap Punya Lebih Banyak Anak

Baca: Pernah Aborsi, Fairuz Un Rafiq Tulis Curhatan, Perasaan Patah Pesan dari Haru Sonny Sepstian (Sonny Septian)

Usai ke dokter terakhir kali, ia melahirkan seorang anak lagi. Rahimnya sangat bersih. Sonny mengaku mengajak Fairuz dan anak-anaknya untuk menginap di hotel. pertama kali.

“Sebenarnya biar tenang biar Fairuz bisa bersama anak-anak. Dokter juga bilang kalau dia bisa punya anak lagi, jadi kami menginap di hotel untuk membahagiakan diri.”, Sonny Sai Sonny Septi menjelaskan.

“Saya percaya apa yang terjadi sekarang. Allah tahu mana yang paling cocok untuk saya. Oleh karena itu, saya harus ikhlas, sabar, dan berkehendak Tuhan, dan saya akan digantikan oleh Allah.” Kata Faruz Rafik. Soal rencana kehamilan, putra almarhum Jiana Rafik tak mau khawatir. Dia masih menunggu hasil yang lebih baik. Kondisi psikologis dan uterus. Hanya untuk hamil lagi.

Tapi, mantan istri Galih Ginanjar memberikan segalanya, termasuk menambahkan anak itu kepada Allah SWT, karena titipan anaknya. Ini tidak berarti tidak ada rezeki. Fairuz A Rafiq bersabda: “Karena Allah tahu siapa yang terbaik untuk kita.” Selain itu, Fairuz A Rafiq menegaskan, yang lebih penting sekarang adalah jantungnya dapat kembali normal dan ia siap untuk aktivitas berikut: sebelumnya.

“Tapi sekarang sudah jelas apa yang bisa dilakukan untuk kembali normal, semuanya sehat, bisa bahagia, dan yang terpenting adalah ‘tetap sehat’, ujar Fairuz A Rafiq.