Doni Monardo, Ketua TRIBUNNEWS.COM-Kelompok Kerja Perawatan Virus Corona (Covid-19) di Jakarta mengatakan bahwa pengujian Covid-19 skala besar saat ini di Indonesia dibatasi oleh kurangnya sumber daya manusia (SDM) atau staf medis. Doni mengatakan bahwa kelompok kerja akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Baca: Untuk menghindari komunikasi yang buruk, silakan minta pemerintah provinsi DKI untuk mempromosikan KSBB di jalan-jalan di kabupaten

“Sejauh ini, kendalanya adalah bahwa setiap laboratorium tidak memiliki sumber daya.” Kelompok kerja terbaik masih terbatas. Karena itu, Kelompok Kerja Pusat meminta bantuan PB IDI, “kata Doni dalam konferensi video setelah pertemuan penilaian pembatasan sosial berskala besar, Senin (4/5/2020) .- Untuk permintaan bantuan, Dr. IDI PR Halik Malik mengatakan , IDI selalu meminta anggotanya untuk siap ketika mereka dipanggil untuk membantu staf co-manajemen 19

“sampai” sekarang banding PB IDI adalah bahwa semua dokter siap untuk berpartisipasi, “kata Dr. Halik pada Tribunnews.com , Selasa (5/5/2020).

Dr Halik juga dilampirkan pada surat yang dikeluarkan oleh Ketua IDI Daeng Faqih pada 30 Maret 2020. IDI meminta semua dokter umum dan para ahli untuk mempersiapkan dan berpartisipasi dalam gerakan bersama melawan Covid -19 dan berpartisipasi dalam oposisi terhadap Covid Gerakan universal dokter di -19. –Baca: membingungkan Menteri Urusan Sosial Covid-19 Bansos yang diduduki, membalas pesan j sampai pagi-pagi

Dokter yang menentang gerakan universal Covid-19 mengharuskan semua dokter sebagai pelatihan dergo manajer Covid-19, termasuk keperawatan dan Periksa keahlian manajemen. 19 dan bagaimana menggunakan alat pelindung diri – IDI Pusat juga mendesak IDI regional untuk secara aktif melakukan pendidikan jarak jauh tentang pemrosesan Covid-19 dan mengoordinasikan semua dokter Indonesia yang potensial.