TRIBUNNEWS.COM-Forum Diaspora Indonesia (FDIK) yang diselenggarakan di Kuwait bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuwait menyelenggarakan seminar online tentang perkembangan bisnis dan ekonomi kreatif di era normal baru bagi diaspora pada Sabtu (20 Juni 2020))

Acara tersebut mengundang dua sumber daya bangsa yaitu Sandiaga Salahuddin Uno dan Sutan Emir Hidayat.

Sandiaga Uno dalam sambutannya memaparkan bahwa krisis akibat Covid 19 dapat menjadi peluang bagi industri kreatif berbasis kearifan lokal. . Sandiaga mengatakan dalam siaran persnya pada Sabtu (20/6/2020) bahwa kita semua masih menghadapi tugas berat untuk memperbaiki perekonomian. -Teman Diaspora merupakan salah satu pilar terbukanya pasar ekspor bagi masyarakat Indonesia, ini merupakan peluang yang sangat besar, banyak negara eksportir yang terikat dengan situasi krisis saat ini. Dia berkata: “Sekarang adalah era ekonomi kreatif. Konten asing perlu diganti dengan konten dalam negeri. Drama Korea bahkan bisa digantikan oleh drama Minan (aka’drama ‘).” Lanjut.

Sutan Emir, Direktur Pendidikan dan Riset Komite Nasional Hukum Islam, Ekonomi dan Keuangan (KNEKS), menjelaskan peluang investasi finansial umat Islam di diaspora.

Dia mengatakan bahwa diaspora memegang peranan penting — Emir menjelaskan berbagai alat investasi yang menyebarkan ajaran Islam, dan diaspora dapat menggunakan alat investasi tersebut untuk menanamkan dananya di Indonesia. Perekonomian Indonesia menunjukkan bahwa negara kita adalah negara kreatif.

Acara ini mempertemukan lebih dari 470 diaspora dari berbagai negara.

Ibnu Munzir, Presiden Diaspora Indonesia Kuwait, mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmunya dengan para diaspora yang memberikan komentar atas kehadirannya dalam mengembangkan industri kreatif bagi para diaspora selama pandemi ini.