Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gedung DDP DKI Jakarta ditutup selama 12 hari terhitung sejak 29 Juli 2020 hingga 9 Agustus 2020. -Selama penutupan, aktivitas 106 anggota DPRD DKI (seperti rapat kerja) dihentikan sementara.

Hadameon Aritonang, Plt Sekretaris Panitia DPRD DKI, kepada wartawan, Selasa (8 April 2020): “Tidak ada di gedung DPRD. Tempat kosong. “- Bahkan tidak ada jadwal pertemuan virtual yang dijadwalkan.

Baca: Menutup Gedung, Presiden DPRD DKI Juga Akan Buat Mekanisme Unik Kepada Pegawai

Bacaan: Presiden DPRD DKI membenarkan Dany Anwar bukan masalah, katanya ditutup kemarin pada 29 Juli hingga hari ini Sejauh ini, kami belum menerima pesanan terkait rapat online.

Tidak pernah menerima permintaan pertemuan faksi virtual.

“Tidak ada perintah rapat online. Misalnya, silakan gunakan fungsi zoom, tetapi Anda belum menggunakannya,” wanita itu menjelaskan.

Dia mengatakan bahwa jadwal rapat online harus ditentukan dalam rapat. Rapat B. Musyawarah Adan (Bamus). Kalaupun pertemuan Bamus dilakukan secara tatap muka, itu adalah pertemuan langsung.

Dengan kata lain, selama gedung DPRD DKI ditutup, tidak akan ada pertemuan virtual. .

“Setelah dibuka kembali, kami akan menghadiri rapat minggu depan. Selama seminggu, agenda rapat kosong,” ujarnya.