JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Mohammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan Nasional (kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), memiliki pemahaman mendalam tentang proses pembelajaran selama pandemi corona.

Nu menyarankan agar pembelajaran siswa dan guru dilakukan dalam sistem hybrid, yang menggabungkan pembelajaran online dan offline.

“Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan sistem hybrid, yaitu sistem tatap muka, tetapi ada juga sistem virtual,” kata Nuh di Zoominar NU Ma. Institut Pendidikan Arif (Senin) (01/06/2020). Menurut Nuh, dalam mengimplementasikan sistem ini, departemen pendidikan dapat memilih metode pembelajaran yang akan diterapkan dengan sistem tatap muka dan sistem virtual.Dia menyarankan pengelolaan sistem pembelajaran online membutuhkan infrastruktur virtual digital.

Membaca: Lebih dari 97.000 orang menandatangani petisi untuk menunda pendaftaran selama pandemi

“Jika kami memiliki basis virtual, kami harus mengatakan Nuh. Karena kami sedang menggunakan webinar ini, itu setara dengan 10 10 pertunjukan sama dengan Rp 10.000. Kalau perlu sekolah pasti banyak kenaikannya, ‚ÄĚjelas Noah.

Nuh mengatakan bahwa dengan pengembangan platformnya sendiri, biaya guru dan murid dapat diminimalisir. Menanggapi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diminta untuk segera menjelaskan prosedur kesehatan sekolah dalam keadaan normal-pembuatan platform dapat dilakukan oleh banyak sekolah, tetapi dapat digabungkan. -meremas. Jadi digunakan oleh orang lain, jadi lebih cepat.