JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Seperti yang kita ketahui bersama, angka positif Covid-19 di Indonesia semakin meningkat, meski masyarakat mulai mempersiapkan nilai normal baru (new normal values) sesuai dengan ketentuan pemerintah sesuai regulasi kesehatan. -Kelompok kerja percepatan penanganan Covid-19 menjelaskan, banyaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia disebabkan banyaknya pemeriksaan di beberapa daerah. Sebelumnya kami hanya mengecek PDP di rumah sakit, sekarang teman saya turun ke lapangan bahkan menemukan OTG dan melakukan penelusuran. Permukaan kontak masih berlanjut. OTG di area merah sudah diverifikasi. Dewi Nur Aisyah dari Dr. Dewi Nur Aisyah dalam siaran BNPB pada Senin (15/6/2020).

Bacaan: Memasuki era normal baru, DPR melaksanakan Sidang Paripurna Kesepakatan Kesehatan selama masa pelaksanaan

Dewi mencontohkan Ia mengatakan, di Jakarta dan Jawa Timur, ada 19 tempat tertinggi.

Ia mengatakan di Jakarta, banyak hasil positif dikaitkan dengan uji Covid-19 skala besar. Keadaannya, meski situasi ini terus meningkat dalam beberapa minggu. “Hal ini dikarenakan tim dinas kesehatan mulai aktif memantau masyarakat dan pasar, terutama untuk menjaring masyarakat yang tidak memiliki gejala. Tertular melalui kerjasama dengan Covid-19, ”kata Dewi.

Di saat yang sama di Jawa Timur, Dewi mengatakan angka positif di Jatim sangat tinggi karena banyaknya tes yang dilakukan di sana. Menurut catatan, di Zhou Pada 14 Juni/2020, masih ada 196 kasus aktif di Jawa Timur. Ia mengatakan: “Misalnya saya lihat datanya, kalau kita bisa masuk ke wilayah yang lebih kecil, bagian ini akan lebih jelas di analisis. . “-Dewi mengatakan kasus tertinggi di Jawa Timur memang terdapat di Surabaya dan Sidoarjo, dengan jumlah kasus sekitar seperempat. Ambil Surabaya sebagai contoh.

“ Makanya kita juga perhatikan saat menghitung indikatornya. Angka kejadian dibagi angka per 100.000 penduduk agar sampai pada angka yang tepat yaitu tingkat keparahan atau jalur penularannya, pungkasnya.