Reporter Tribunnews.com Laporan Fransiskus Adhiyuda-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Juru bicara kelompok kerja penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ekspresi opini publik diperbolehkan sepenuhnya. peringatan. Dengan cara tersebut, para aktivis telah menaati kesepakatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Wiku, action plan adalah tentang rencana aksi protes berskala besar, yang menolak payung hukum kerja “UU Kreasi” (Kamis, 8/10) / 2020), hari ini.

“Mereka berhak mengutarakan pendapatnya. Tapi tidak boleh merugikan orang lain, jadi harus menghindari keramaian,” kata Wiku kepada wartawan, Kamis (10/8/2020). -Membaca: Kemendikbud mengajak mahasiswa untuk melakukan edukasi masyarakat tentang pentingnya 3M selama pandemi Covid-19-Reading: Minggu lalu kasus Covid-19 secara nasional ditolak, Professor Wiku: Ini prestasi yang bagus, tolong simpan –Baca: Tak Bisa Terjebak di Jakarta untuk Mencabut “UU Cipta Kerja”, Buruh Bekasi Terancam Tol Jakarta-Chicampek-Selain itu, Wiku mewajibkan mereka yang ikut aksi protes menerapkan 3M untuk saling melindungi.

Yaitu, kenakan topeng, jaga jarak dan cuci tangan. Ini sambil terus melaksanakan semua perjanjian kesehatan 3M, “jelas Wiku.

Seperti kita ketahui bersama, banyak serikat pekerja yang juga akan merespon protes terhadap UU Komprehensif.

Tidak hanya pekerja, tapi kepemilikan Indonesia Unjuk rasa yang sama juga dilakukan oleh Persatuan Pengurus (BEM SI) di jalan.

Banyak lokasi di wilayah Jakarta yang akan menjadi lokasi demonstrasi. Dari Istana Negara dan Gedung DPR RI