Tangerang Selatan TRIBUNNEWS.COM-Dalam dua pekan hingga September 2020, terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 di Tangerang Selatan (Tenser).

Hanya dalam 14 hari, jumlah kasus naik menjadi 85, dan dua di antaranya meninggal. — Pada Selasa (09/01/2020), total kasus Covid-19 di Tangsel sebanyak 795, yaitu 110 pasien masih dalam pengobatan, 638 pasien sembuh dan 47 pasien meninggal. (14/9/2020), total kasus Covid-19 sebanyak 880, yaitu 91 pasien masih mendapat pengobatan, 740 sudah sembuh, dan 49 meninggal dunia.

Datanya dapat dilihat di situs Tangsel Covid-19. Satgas: lawancovid19.tangerangselatankota.go.id .

Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Tangsel, menjelaskan puncak kasus Covid-19 di Tangerang Selatan dalam beberapa pekan terakhir adalah kasus impor atau impor. Baca: Dukung Kesehatan Lingkungan, Pertamina Perkenalkan Propaganda Perovskit di Tangsel-Bacaan: Video Viral Kelompok Moge Menguraikan La Mpu Merah Serpong Didampingi Polisi, Polsek Tangsel Bilang Masukan Relevan Kasusnya, warga Tangsel terpapar Covid-19 di luar kawasan Tangsel, terutama di tempat kerja. Warga Tangsel di luar Tangerang Selatan. Tanpa disadari, virus tersebut ditularkannya ke wilayah selatan Tangerang dan akhirnya menulari keluarganya, lingkungannya atau dirinya sendiri. “Kontak tidak terjadi di Tangerang Selatan, tapi di luar Tansell, baru dibawa ke Tanger,” kata pejabat resmi Benjamin di kawasan pemukiman Green Bay di Selseppon, Tanger. Hidup berkata. -Temannya Ben mengatakan bahwa kebanyakan kasus asing tidak menunjukkan gejala. Juga dikenal sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Baca: Kisah Penyintas Covid-19, Menghadapi Stres Mental Hingga Indera Penciumannya Hilang

“Sekarang Gejalanya Tidak Lagi Batuk, Nafas Tidak Ada, Tapi Kalau Baunya Hilang Tidak Akan Akan dihamburkan oleh Engeh, akan terasa hilang dan dianggap hal yang wajar, terutama tingkat OTG. RW dan RT. Saya akan memantau lebih dekat aktivitas warga di dalam dan di luar daerah, serta memperkuat kesepakatan kesehatan masyarakat “Saya simboliskan kepada mereka bahwa modal untuk tidak terkena virus hanya sekitar Rp 50.000 per bulan, membeli masker, dan membeli hand sanitizer. Tapi kalau positif kasusnya biayanya juga tinggi, ”ujarnya.

Artikel ini dimuat di Tribunjakarta.com dengan judul 85 kasus Covid-19, meningkat di Tangsel. Pemerintah kota meminta kasus masukan dari: Jaisy Rahman Tohir