JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Kesehatan RI tak memungkiri pasien mengalami kesulitan dalam mengajukan klaim Covid-19. Abdul Kadir, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, menyatakan pihaknya memberikan 10 syarat pada tahap awal yang harus dipenuhi jika pihak rumah sakit ingin mengajukan klaim sesuai instruksi Permenkes 318. Kadir mengungkapkan teknik pembayaran klaim Covid-19 pada sebuah pertemuan. Pada Jumat (16/10/2020), secara virtual media akan melakukan pelayanan kesehatan Covid-19 di institusi medis. Padahal, pada awalnya standar yang digunakan cukup ketat. Ini Permenkes 318 Nota Teknis Pembayaran Klaim Covid-19. Kadir mengatakan sepuluh tim litigasi ditemukan di sana. -Melihat situasi tersebut, lanjutnya, Kementerian Kesehatan mengubah Permenkes No. 318 menjadi Permenkes No. 446. Petunjuk teknis terkait mewajibkan rumah sakit yang memberikan layanan untuk mengganti biaya layanan bagi pasien dengan penyakit menular tertentu yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, setelah modifikasi, terdapat empat kondisi.

Baca juga: Total klaim rumah sakit yang menangani Covid-19 di pemerintah mencapai 12 triliun yuan

“Dalam Permenkes 446 ini, hanya empat persyaratan yang ditanggung rumah sakit. Tidak ada lagi 10 persyaratan. Hanya ada 4 syarat yang terpenuhi saat ini.Hal ini memudahkan rumah sakit untuk melakukan klaim pembayaran. Belum pernah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu, prosedur klaim elektronik BPJS Kesehatan yang umum digunakan masih belum umum di rumah sakit tersebut .– – “Masalahnya, dari 1.900 rumah sakit yang mengajukan permintaan tersebut, ada beberapa rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS. Makanya, rumah sakit yang belum pernah bekerjasama dengan BPJS belum paham, dan belum paham cara menggunakan klaim elektronik BPJS untuk mengajukan klaim, ”jelas Kadir.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan kepada rumah sakit yang belum bekerjasama dengan BPJS. Kesehatan bekerja sama agar tetap dapat mengklaim pembayaran layanan medis untuk mengobati Covid-19.