TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi mengimbau Covid-19 dan Komite Manajemen Pemulihan Ekonomi Nasional agar mengutamakan penanganan kesehatan saat pandemi Covid-19. -Pada Senin (27/7/2020), Djokovic menyiarkan situasi tersebut kepada saluran YouTube Komite Pengelolaan Pemulihan Ekonomi Nasional Istana Kepresidenan dan Covid-19 dalam sesi briefing terbatas.

Qiao Kewei menunjukkan bahwa panitia dibentuk untuk mengintegrasikan kebijakan kesehatan dan ekonomi sehingga dapat beroperasi secara seimbang.

Untuk itu, Jokowi meminta tidak mengecualikan pengobatan.

“Panitia dibentuk untuk mengintegrasikan kebijakan kesehatan dan kebijakan ekonomi sehingga dapat menyeimbangkan bensin dan rem.” Dia berkata: “Perawatan kesehatan adalah prioritas utama dan tidak boleh santai sama sekali.” -Dia juga menekankan bahwa sampai ada vaksin Hingga bisa digunakan secara efektif, aura krisis kesehatan akan terus bergema. -Presiden juga menegaskan tidak ada Kelompok Kerja (Satgas) Covid-19. – “Saya juga harus tunjukkan bahwa pokja Covid-19 belum dibubarkan ya.”

“Baik di pusat maupun daerah, semua orang harus terus bekerja keras.” Kata Chokovi.

Baca: Covid- Dalam 74% dari 19 kasus positif, Chokovi fokus pada 8 bidang ini-Baca: Penyerapan Menteri Chokovi hanya menyumbang 19% dari anggaran rencana stimulus Covid-19