Laporan reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan kiprahnya untuk meningkatkan kewaspadaan pemakaian masker saat pandemi Covid-19.

Awalnya, Ganjar bercerita, ternyata Jateng memiliki Perda 2013 tentang Penyakit Menular dan Tidak Menular – Ganjar menambahkan peraturan gubernur termasuk Covid-19. Peraturan gubernur menetapkan bahwa denda bagi yang tidak memakai topeng bisa diancam dengan denda hingga Rp 50 juta, bahkan maksimal 6 bulan penjara. Kanjar mengatakan pada webinar “Strategi Indonesia untuk Keluar dari Pandemi” bersama Kagama pada Sabtu (24/10/2020) bahwa akan ada infeksi di sana. Hukumannya tidak berjalan dengan baik. Pihaknya menemukan bahwa banyak orang yang menolak. — Politisi PDI-P sendiri dikecam oleh psikolog, sosiolog, dan humanis. Ganjar menjelaskan mengapa dia dianiaya dan mengapa dia selalu menggunakan narasi hukuman.

Baca juga: Ganjar Pranowo mengaku dipaksa jadi YouTuber untuk mempromosikan Covid-19 ke publik,

Baca juga: Topeng jala Ragals, mahasiswi Tegal berusia 16 tahun menyebut Corona sebagai konspirasi asing– – “Mereka bilang ke saya: ‘Mas Ganjar, kenapa narasinya selalu dihukum, kenapa tidak dibalik keadaan ini lewat cerita positif?’ Jadi kemarin kami coba lakukan aksi Satpol PP dengan hadiah, jadi ketahuan. Itu menangkap orang-orang yang memakai topeng dan mengejutkan mereka, tetapi kami memberikan hadiah seperti yang dijelaskan Ganjar .

Dia berharap cara memberi hadiah akan mendorong orang untuk menggunakan topeng .

Hanya Ganjar Menghadapi dilema, semakin banyak orang yang memakai topeng.