JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini penyebaran virus SARS-CoV-2 masih terus terjadi di nusantara.

Pokja nasional dan regional bekerja sama mengajak seluruh departemen di Tanah Air untuk melaporkan virus corona atau penyakit coronavirus 2019.

Baca: Berbagi Beban Saat Pandemi Covid-19: Pemerintah Peduli Kepentingan SBN dan BI

PhD di Pokja Duta Besar Nasional yang beradaptasi dengan kebiasaan baru Reisa Broto Asmoro mengatakan dinamika perubahan daerah yang bergantung pada tingkat risikonya sangat dipengaruhi oleh berbagai indikator.

Kelompok kerja nasional telah menentukan peta zonasi hijau, kuning, oranye dan merah. Klasifikasi warna merepresentasikan realisasi indikator epidemiologi dan data kesehatan masyarakat.

Hijau menunjukkan area di mana tidak ada penularan Covid-19, sedangkan warna lain menunjukkan bahwa risiko penularan sedang hingga tinggi. — “Namun perlu diingat bahwa perubahan atau dinamikanya tinggi. Zonasi perkotaan regional sangat tinggi. Daerah dapat berubah dari daerah berisiko rendah menjadi daerah berisiko tinggi. Umumnya, jika seseorang tidak lagi disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Kendala, kata Dr. Reisa (Dr. Reisa) dalam jumpa pers di Media Center Satgas Nasional Jakarta, Senin (6/7/2020).

Ia mengatakan pekan lalu ada 53 kabupaten / kota dengan peningkatan Sementara itu, ada 177 daerah / kota beresiko sedang dan 185 daerah / kota beresiko rendah.

“Ada 99 daerah / kota yang tidak terdampak atau tidak ada kasus baru,” dia Ditambahkan.

Dikatakannya jumlahnya bisa berubah, dan bisa berubah. Data uji akan diumumkan oleh tim ahli pokja nasional. -Dr. Reza mengatakan, data pokja mencatat perubahan peta kecamatan , Resikonya rendah dan tidak ada pengaruhnya di akhir bulan lalu.