JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, meyakini masyarakat di Jawa Tengah perlu dilatih sebelum bisa memasuki era normal baru atau era normal baru.

Ganjar menyatakan, warga Provinsi Jawa Tengah masih terganggu dengan PSBB atau Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang masih berlaku.

Ganjar mengatakan, ketidakpuasan warga Jawa Tengah paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Banyak dari mereka telah melanggar berbagai ketentuan PSBB atau PKM.

“Tingkat kebencian di masyarakat masih tinggi. Orang Jawa Tengah butuh latihan untuk masuk normal baru. Kemarin, saat kami minta mereka salat di rumah, ternyata tidak demikian. Saat ini, ribuan orang di Jawa Tengah Masih berdoa. Ini informasi pintar. Terus kenapa? Perlahan kita remas. Optimis Indonesia vs Indonesia pada Jumat (6/4/2020) di aplikasi Zoom UPI.

Ganjar menjelaskan Dikatakan bahwa proses adaptasi dengan normal baru akan memakan waktu. Kalaupun mudah dipahami, standar baru berarti akan ada baju baru. Kata Ganjar .

Baca: KPK Desak Pakai Barang TPPU dan Sita Aset Nurhadi

DKI kemarin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan perpanjangan PSBB, namun tidak ada batasan tanggal. Kali ini, PSBB disebut fase transisi, disertai dengan pelonggaran pembatasan secara bertahap dan simultan. Kata Anies dalam jumpa pers kemarin.

Keputusan ini Menyusul angka reproduksi tiga hari penularan virus (Rt) di DKI Jakarta pada 1-3 Juni turun di bawah angka 1, tepatnya 0,99, menandakan bahwa wabah Covid-19 sudah terkendali.