Netty Prasetiyani, Anggota Fraksi PKS DPR RI TRIBUNNEWS.COM-IX Jakarta, menyinggung pembubaran pokja percepatan penanganan Covid-19.

Netty meyakini bahwa persoalan utama saat ini bukanlah pembentukan dan pembubaran institusi, melainkan kejelasan roadmap penanganan pandemi Covid-19. -Netti mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu: “Oleh karena itu, pemecatan gugus tugas benar-benar dapat mengekang puncak pertumbuhan eksponensial kasus Covid-19 sampai batas tertentu.” / 22/2020).

Baca: Wiku Adisasmito Jadi Juru Bicara Satgas Covid-19 dan Langsung Keluarkan Kabar Baik- “Jangan sampai masyarakat melihat pemerintah hanya mengubah istilah, mengganti institusi, menambah pembicara dan influencer, tapi Covid menambahkan, Resolusi Indonesia -19 masih belum terselesaikan, bahkan saat ini sudah menyusul kasus-kasus aktif di negara asalnya.

Netty mengatakan sebelum pembentukan panitia, posisi kelompok kerja sangat strategis-namun Saat ini, karena status kelompok kerja hanya sebagian kecil dari struktur komite, semakin jelas terlihat bahwa kebijakan pemerintah sering kali berat secara ekonomi.

“Tidak heran jika dalam penanganan Covid-19, sektor kesehatan Penyesuaian anggaran tampaknya memuaskan saya. Alhasil, pihak rumah sakit merasa kewalahan dengan minimnya dukungan fasilitas medis, peralatan dan material, serta tenaga medis yang berantakan total. “

Dan, hal ini menyebabkan ketidaktaatan masyarakat, seperti ketidaktahuan terhadap perjanjian sanitasi, penolakan untuk menerima layanan sanitasi, penolakan untuk mengijinkan anggota keluarga dimakamkan oleh perjanjian Covid-19-Netty juga mengimbau kepada pemerintah untuk tidak menyalahkan masyarakat jika banyak yang mengira mereka adalah Kebijakan bisa mengarah pada kekebalan kawanan. Cara menyelamatkan orang yang merasa kewalahan oleh Covid-19 karena penghematan ekonomi.

“Saya minta pemerintah untuk tidak bermain-main dengan Covid-19. Covid-19 itu Orang mati disebut malaikat maut. Ketua gugus tugas. Merumuskan kebijakan berbasis kesehatan dan meyakinkan masyarakat dengan menunjukkan kepemimpinan yang kuat untuk memastikan bahwa penanganan pandemi berjalan dengan lancar. “