Ahmad Syaikhu, anggota Panitia TRIBUNNEWS.COM-V DKI Jakarta, mengkritik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena mencabut pembatasan penumpang.

RI, Anggota Fraksi PKS DPR, mengingatkan Kementerian Perhubungan bahwa Covid-Syaikhu mengatakan kepada wartawan, Rabu, 19 wabah belum berakhir, seperti yang ditunjukkan bagan: “Saya ingatkan Kementerian Perhubungan bahwa wabah ini belum berakhir. Grafiknya belum hilang. (10/06/2020) .: Alasan perempuan Indonesia ditangkap polisi Australia saat hendak naik pesawat

dia mengatakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap hari.Bahkan, jumlah kasus baru setiap hari masih Sekitar 700-900 kasus.

Merujuk pada data pada Selasa (6/9/2020), rekor kasus baru telah tercatat, yaitu 1043 kasus per hari.

Sebaliknya angka kesembuhannya masih sekitar harian. 500 kasus. Dengan demikian, Indonesia masih dalam keadaan “surplus” kasus Covid-19 dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

“Angka-angka tersebut jelas menunjukkan bahwa pandemi masih terus berlanjut. Jumlah kasusnya tidak berkurang, “ujarnya. -Syaikhu menilai ironi gerakan” normal baru “yang terus digemakan dan dipimpin pemerintah.

Salah satunya terbitnya Permenhub Nomor 41 Tahun 2020, yakni sekitar tahun 2020. Permenhub No. 18 tahun 2012 direvisi. -Rilis Permenhub No. 41 pada tahun 2020 cukup mengejutkan.

Karena didasari oleh keinginan pemerintah untuk mengatur lalu lintas untuk beradaptasi dengan masa adaptasi terhadap kebiasaan baru guna mewujudkan pembangunan yang produktif. Dan masyarakat Covid-19 yang aman, meski penyebaran Covid-19 sudah bisa ditekan, namun aturan yang muncul adalah berupa relaksasi. Pasal relaksasi tentang pengendalian lalu lintas di wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan pembatasan sosial skala besar (PSBB)., Covid -19 Jumlah korban masih terus meningkat .

“Kita harus memperhatikan. Kasus pembatasan masih terus meningkat, apalagi dengan pembatalan jumlah penumpang, “kata Syaikhu.