TRIBUNNEWS. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, puncak kasus di Jabar pada 9 Juli merupakan anomali. Karena menurut dia, jumlah kasus menurun keesokan harinya.

“Saya sebut anomali. Jadi ketika Secapa dikabarkan naik, esok harinya turun menjadi 70,50, artinya Jabar sebenarnya sudah terkendali,” kata Ridwan Kamil di Istana Bogor, Jawa Barat. . Pada Rabu (15/7/2020).

Meski terkendali, dia mengatakan ada banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah pesantren negeri.

Baca: Nilai Rencana Presiden Komite IX untuk menjatuhkan sanksi kepada mereka yang melanggar perjanjian kesehatan yang sudah habis masa berlakunya

“Kenapa? Karena pelajarnya berasal dari seluruh Indonesia. Alhasil, saya tidak bisa bilang dia tidak punya kendali, karena kekuasaan ada di tengah. Pemerintah. Lapor ke Presiden. “

Dia mengatakan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat terkendali karena rasio angka positif atau jumlah pasien positif terhadap jumlah sampel yang diperiksa lebih rendah sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia. 5% bisa dikontrol. — “Salah satu ukuran WHO adalah eksposur. Kurang dari 5%. Dalam 100% PCR-Swab, kami hanya memiliki 4%. Provinsi lain yang dekat dengan kami memiliki 30 pameran, masing-masing 12%. 10%, “katanya,” (9 Juli 2020) Di Bandung, Jawa Barat, sebanyak 2.657 cluster didirikan sekolah calon perwira militer Indonesia (Sekapa) .

Pemerintah Juru bicara penanggung jawab penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan terdapat 962 orang yang terinfeksi Covid-19 di Jawa Barat, sebagian besar dari cluster Secapa AD. Hari itu, di cluster Future School Officer Education Center, kami semua mendapat kasus positif darinya. Yuri Anto mengatakan jumlah ini mencapai 1.262.