TRIBUNNEWS.COM-Di wilayah DKI Jakarta, tak kurang dari 66 rukun warga (RW) masih masuk kategori zona merah Covid-19.

66 RW ini ditetapkan sebagai Daerah Terkendali Tertutup (WPK) Covid-19 karena alasan berikut: Di tempat-tempat tersebut, angka positif kasus Covid-19 masih tinggi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kejadian Covid-19 di 66 RW masih tinggi dibandingkan dengan RW lain.

“Beberapa daerah masih butuh perlakuan khusus. Kami akan lakukan ini.” Pengendalian ketat kejadian di daerah ini sudah tinggi, ”Annis melewati akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (6/6/2020). Siaran konferensi pers konferensi itu berbunyi: Bacaan: Masuk Area Merah Ojol Dilarang Operasi di Area Ini

Bacaan: Sudah Berubah Jadi Area Merah Tua, dan 519 pasien Covid-19 di Surabaya sembuh dalam 5 hari Apa rahasianya?

Jumlah 66 RW atau kasus positif yang masih di zona merah masih tinggi dan akan dikontrol ketat

Nyatanya, kegiatan sosial ekonomi belum berakhir, dan warga masih perlu bekerja dari rumah- — Menurut situs data korona.jakarta.co.id, berikut rincian informasi kategori lokasi 66 RW yang masuk ke WPK:

Jakarta Barat

Grogol = RW 001 Tomang = RW 006Tangki = RW 003 , 004Krukut = RW 006 Jembatan Besi = RW 001, 004, 007, 010 Palmera = RW 004 Kota Bambu Utara = RW 003 Jati Puluo = RW 005 Cengkareng Timur = RW 011Srengseng = RW 005 Joglo = RW 001

Salah satu Jakarta Pusat