Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan bagaimana Pemerintah Kota Semarang bersama masyarakat, Polri, dan instansi TNI bekerja sama untuk memerangi virus corona atau Covid-19. -Hendrar menjelaskan, ada 211 kasus positif corona di Semarang. — “Kota Semarang sudah meninggalkan pemerintah, masyarakat, swasta, TNI dan Polri,” Pancasila dan Keadilan Sosial dalam diskusi online tentang peringatan bulan Boncano, Selasa (6/9/2020) Seseorang di puji dia sebagai kerja sama masyarakat Semarang. Misalnya dengan membuat alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer. Hendraar mengakui pandemi corona berdampak pada perekonomian. Roda ekonomi terhalang. Pendapatan warga sekitar juga menurun. Handra mengatakan untuk mengadopsi suatu kebijakan, pemerintah terlebih dahulu membahasnya. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, pemerintah juga banyak memberikan bantuan sosial. Permintaan dasar adalah 130.000, dan permintaan dasar di bulan Mei adalah 360.000. “Ini konsep gotong royong,” kata Hendrar.

Hampir 89,8% Kepala Keluarga (KK) di Semarang juga telah menyalurkan bantuan tunai sosial. Ini untuk mengurangi beban masyarakat selama pandemi.

Pengusaha dapat melakukan perjalanan tanpa membayar pajak. ‚ÄúSelain itu, untuk rombongan yang tinggal di Rusunawa (apartemen sewa sederhana), kami mendistribusikan kembali secara gratis. PKL kami memberikan PDAM gratis diskon 20% untuk semua pelanggan. Diskon PBB 15% di bulan April, 10% di bulan Mei 5% dari harga di bulan Juni, “kata. Hendraar mengatakan pelibatan masyarakat dalam perjuangan melawan mahkota sangat penting, faktor kedisiplinan yang penting yaitu kedisiplinan memakai topeng, pemberitaan perjalanan dan cuci tangan.