Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA-Dr. Dewi Nur Aisyah dari Tim Ahli Kelompok Kerja Manajemen Percepatan Covid-19 memaparkan penyebaran kasus korona Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) Istana Merdeka di Jakarta, Indonesia. , Rabu (24 Juni 2020). -Dewi menjelaskan penyebaran Covid-19 melalui sistem data BLC atau United Against Covid.

Dewi dalam sambutannya mengatakan menurut data per 21 Juni, lima provinsi memiliki jumlah kasus terbanyak.

Baca: Seorang Perawat di Surabaya Meninggal Akibat Corona Usai Melahirkan, Bayinya Juga Positif Covid-19

Kelima provinsi itu ada 9.971 kasus di DKI Jakarta, 9.542 di Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan 3.797 di pulau, 2.646 di Jawa Barat, 2.666 di Jawa Tengah.

5 provinsi dengan kasus paling sedikit adalah Provinsi Aceh 49 kasus, Provinsi Sulawesi Barat 104 kasus, NTT 111, Jambi 112 dan Mengkulu 116 kasus. Tidak ada kasus baru yang terjadi, 188 wilayah perkotaan berisiko rendah, 157 wilayah perkotaan berisiko menengah, dan 57 wilayah perkotaan berisiko tinggi. – Dari Mei hingga 21 Juni, jumlah wilayah yang tidak terdampak bertambah atau tidak ada kasus Meningkat di tahun 2020.

Per 31 Mei, ada 138 daerah atau kota berisiko rendah dan 102 daerah yang tidak terpengaruh.

Dari akhir Mei 2020 hingga 21 Juni 2020 kita dapat mengikuti perkembangan 46 daerah atau kota, dan akhirnya meningkat 7% menjadi 58,37%, termasuk daerah perkotaan yang tidak ada kasus dan risiko rendah. Kata.