Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengenang bahwa Indonesia juga harus mengantisipasi konsekuensi dari pandemi Covid-19. Rosen mengatakan dalam sebuah diskusi virtual yang diadakan oleh Narrative Academy belum lama ini: “Ketika kita ketinggalan kereta, jangan membuat situasi lebih baik. Ini membutuhkan tinjauan ke depan dan persiapan.” Baca: Gerakan kerjasama orang dalam Dekopin akan bersatu dalam Opposite Covid-19

Menurutnya, investor di seluruh dunia masih mengamati situasi dan menahan investasi.

Dia juga melihat aliran besar modal selama periode Covid-19. — “Indonesia juga terpengaruh. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa ini sedang terjadi di seluruh dunia.” Baca: Blokade Komandan TNI dari Malaysia: Banyak PMI memasuki RI melalui Jalan Rat, saya pikir, terus membahas tagihan di Dewan Perwakilan Rakyat. Upaya rancangan tersebut merupakan langkah mengantisipasi dan merespons situasi ekonomi saat ini. Dia berkata: “Itu akan terasa. Kami benar-benar membutuhkan kemudahan investasi.” Selain itu, pada kenyataannya, lingkungan investasi Indonesia dianggap memiliki potensi, karena sebelum kemunculan Covid-19, ekonomi Indonesia pada dasarnya dalam kondisi baik dan relatif stabil.

“Sejauh menyangkut investasi ini, kita harus siap dan siap. Ekonomi telah membaik dan kita juga telah melakukan reformasi struktural yang baik,” kata Rosanne.

Saat ini, RUU Cipta Karya telah memasuki tahap diskusi dari badan legislatif (Baleg) Republik Demokratik. – Selasa (14/4) / 2010), Dewan Legislatif DPR mengadakan rapat kerja dengan perwakilan pemerintah yang terdiri dari 11 kementerian untuk mendengarkan interpretasi pemerintah terhadap RUU Cipta Karya.