Reporter Tribunnews.com Jakarta Gita Irawan (Gita Irawan) -Menurut hasil Lembaga Penelitian KedaiKOPI, 62,6% masyarakat yang disurvei di Jakarta mengatakan bahwa mereka memiliki pandangan positif terhadap Joko Widodo (Joko Widodo). ) Presiden dan Presiden Maruf Amin (Maruf Amin) puas dengan kinerjanya dalam menangani Covid-19.- — Direktur Eksekutif KedaiKOPi Research Institute Kunto Adi Wibowo mengungkapkan, survei tersebut menggunakan kata “kenyamanan” saat menjawab pertanyaan. Untuk menghindari bias normatif dan tetap netral.

Berdasarkan survei, Kunto mengatakan, rata-rata evaluasi responden terhadap Jokowi dan Maruf yang didapat di bawah pengelolaan Covid-19 adalah 5,72.

Baca juga: 10 mahasiswa yang diperoleh saat demo UU Cipta Karya yang digelar di Jakarta pada 8 Oktober itu positif. 19 Pemerintah Pusat Milik KedaiKOPI, Rabu (14/10/2020) – “Kalau dilihat dari kenyamanan rasionya 1 banding 10, jadi kalau 10 terasa sangat nyaman, maka 1 terasa sangat tidak nyaman. Jumlah Joko Widodo dan Maruf Amin adalah 5,72. Jika Anda membagi persentase dengan 6, 7, 8, 9, 10, Anda merasa nyaman, dan yang 5, 4, 3, 2, 1 Jika merasa tidak nyaman, persentase menunjukkan tingkat kenyamanan 62,6%, ‚ÄĚkata Kunto.

Lihat juga: Ketika cluster virus korona terdeteksi di Kota Qiangdao, China menguji 9 juta orang

Kunto mengatakan survei dilakukan di antara 803 responden, bertujuan Untuk memahami perasaan masyarakat, khususnya para pekerja kantoran di DKI Jakarta, terkait isu inovasi, manipulasi dan kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dari 803 responden dari data 5.426 responden Coffee Shop Survey I di Jakarta, terdapat pekerja kantoran yang berusia di atas 17 tahun. -Dari 803 responden, mayoritas adalah laki-laki yaitu 55,3%.

54,9% responden adalah generasi milenial, berusia 26-43%, sedangkan 26,4% responden adalah Generasi X dan 17,5% adalah Generasi Z. -Lihat juga: BREAKING NEWS Update Corona 14 Oktober: 4.127 kasus lagi telah ditambahkan dan sekarang ada 344.749 kasus – hingga 26,5% responden memiliki gelar sarjana, dan kebanyakan dari mereka memiliki ijazah SMA.

Sebagian besar yang diwawancara adalah karyawan swasta atau pekerja kerah biru, PNS, profesional, dan karyawan BUM N.

Hingga 61,5% responden berasal dari kelas ekonomi menengah ke atas, dengan rata-rata pengeluaran bulanan lebih dari 3 juta Rupiah termasuk makanan, minuman, pendidikan, transportasi, pakaian, dan tidak termasuk tabungan, pembelian barang mewah atau cicilan rumah.

Mereka dipilih karena dianggap memiliki tingkat daya serap informasi yang tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi perekonomian nasional.