JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dengan melanjutkan kembali aktivitas komunitas yang produktif dan aman Covid-19, wacana imunisasi ternak menyebar luas di media sosial selama pandemi. Pembebasan Pemerintah dengan tegas menyatakan melalui Kelompok Kerja Nasional bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep pembebasan ternak.

Profesor Wiku Adisasmito, ketua kelompok ahli Kelompok Kerja Nasional, menjelaskan bahwa istilah pembebasan blok berasal dari bahasa asing. Istilah tersebut menunjukkan kekebalan suatu populasi atau populasi.

Dari orang yang terinfeksi menjadi dua, tiga, empat orang, hingga sebagian besar atau bahkan semua anggota kelompok memiliki kekebalan, yaitu kekebalan kolektif.

Imunisasi kolektif membutuhkan setidaknya 70% populasi untuk terinfeksi dan akhirnya menjadi kebal terhadap virus.

Baca: Kepala Kepolisian Houston Minta Presiden AS Donald Trump Tutup

Baca: Juventus merilis jadwal hingga Minggu 35

Baca: Mendesak penggerak ekonomi lokal untuk mengikuti standar baru Implementasi dan adaptasi-Bacaan: Tergantung cara pengobatannya, kandungan kalsium dalam susu bisa dikurangi-Profesor Wiku mengatakan bahwa tidak mungkin sapi kebal dengan latar belakang Indonesia.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Penduduk saat ini masih hidup di pulau-pulau yang dipisahkan oleh darat dan laut. Ini menghalangi penyebaran virus. guru. Wiku dalam percakapan di Task Force Media Center di Jakarta pada Selasa (02/06/2020).

Tindakan yang diambil oleh pemerintah tidak termasuk pengecualian untuk sekelompok orang. Ini akan memakan waktu lama.