TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta -pemerintah akan mengkaji sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan-diteruskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas dengan Presiden, Senin (13/7/2020).

“Presiden mencontohkan, tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjaga disiplin sangat rendah. Oleh karena itu, arahan presiden bisa diperkuat selain sosialisasi dan edukasi tentang sanksi yang melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca: Cita-Cita Jokowi Tangani 30.000 Kuman Covid-19 Setiap Hari

Presiden meyakini tanpa sanksi tegas, masyarakat tidak akan mendengarkan sosialisasi regulasi kesehatan. , Kementerian dan lembaga terkait sedang membahas status hukum peraturan ini.

“Presiden menilai seruan sosialisasi dianggap tidak cukup jika tidak memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran hukum.” – Presiden Muhadjir (Muhadjir) berkata. Arahan pemberian sanksi kepada mereka yang melanggar perjanjian kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih berisiko tinggi terkena pandemi Covid-19 — oleh karena itu, ia berharap masyarakat menafsirkan sanksi tegas tersebut sebagai: n Indonesia diperkirakan menghadapi risiko tinggi. Ia mengatakan: “Ini menyiratkan bahwa masyarakat memahami pesan presiden, dan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi risiko yang sangat tinggi dalam menghadapi Covid-19.”