JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Banyak organisasi profesional yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat telah mengeluarkan seruan di seluruh negeri untuk menekankan pentingnya menjaga keamanan anak-anak selama pandemi Covid-19.

Organisasi profesi tersebut antara lain PB IDI (Pengurus) Ikatan Dokter Indonesia). ), PP IAKMI (Majelis Pusat Perhimpunan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), DPP PPNI (Majelis Pusat Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia), PP IBI (Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia) dan GKIA (Gerakan Ibu dan Perempuan) Kesehatan Anak). Ia menghimbau beberapa dari organisasi profesi tersebut harus didasarkan pada tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia. Imbauan tersebut menulis: “Hingga 10 Agustus 2020, jumlah anak yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia telah mencapai 3.928 anak, dan meninggal 59 anak, yang merupakan kasus tertinggi.” Tribunnews.com, Minggu (September 2020) 27) diterima.

Baca: Menteri Koordinator Penyakit Mulut dan Mulut: Dalam Penanganan Covid-19, keselamatan jiwa dokter harus diutamakan, selain itu, pada saat pandemi Covid-19 83,9% pelayanan kesehatan dasar (terutama Posandu) tidak bekerja secara maksimal. Banyak wanita hamil tidak mendapatkan perawatan prenatal yang memadai.

Situasi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini berdampak besar pada pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Dampak terhadap anak akan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi anak, keluarga, wilayah dan negara dalam jangka pendek dan panjang.” Berikut ini adalah poin-poin utama daya tarik negara tersebut:

Pertama, sesuai dengan rekomendasi WHO Penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kesehatan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah daerah harus menjadi prioritas utama untuk memelihara pelayanan kesehatan.

Semua departemen harus dikerahkan untuk memastikan bahwa layanan beroperasi dengan cara yang sesuai untuk setiap situasi regional.