TRIBUNNEWS. COM, Jakarta-RSAL Perawat Covid-19 Ramelan, Surabaya, Dr. Sifira Kristingrum memberikan pengarahan kepada Presiden Jokowi tentang kondisi dan perawatan pasien yang terpapar corona di tempat kerja. – Lewat video call, Minggu (27/9/2020), Fira mengaku ditempatkan di sebuah ruangan di Intensive Care Unit (ICU) yang memiliki 16 tempat tidur dan 11 ventilator. -Menurutnya, jumlah pasien yang dirawat di ICU mengalami penurunan dalam dua minggu terakhir. -Perlengkapan medis masih cukup untuk merawat pasien.

Fira bilang: “Alhamdulillah alatnya cukup, karena saya ada bantuan perawatan intensif bulan ini.” Bacaan: Perawat pasien Covid-19 Curhat Presiden Yokowi pulang sebulan sekali – sembari mengurus paparan Covid-19 Dari para pasien tersebut, Suster Ferrat mengaku sering merasa takut. Menurutnya, jika penderita sesak napas dalam keadaan sadar, sebaiknya mengeluh ketakutan.

Suster Fira juga berpesan kepada seluruh masyarakat yaitu senantiasa memperhatikan hal-hal seperti memakai topeng, cuci tangan, menjaga jarak, dan menjaga disiplin.

“Tetap harus mengikuti aturan kebersihan ya ikutlah ya, karena kalau saya pulang masih banyak orang yang masih belum pakai masker pak, mereka selalu suka cemas,” kata Suster Fera. .

Saat menggarap Covid-19 sejak Mei tahun lalu, Fira mengaku baru diperbolehkan mengunjungi keluarganya sebulan kemudian. Saudari Ferrat berkata: “Pak, dia harus menggunakan kapas untuk melihat keluarganya.” Terima kasih atas perhatiannya dan puji Tuhan Kemarin kami terima Pak M terima kasih. Selain itu saya juga minta saya melamar lagi untuk melanjutkan sekolah pak. “— Setelah mengetahui kondisi perawat dan penanganan Covid-19, kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya. Kepada Suster Ferrat dan seluruh perawat, dokter dan tenaga medis lainnya dalam pengelolaan dan perawatan pasien yang terkena Covid-19 Kerja keras dan dedikasinya sangat berarti. Presiden mengatakan tidak mudah melawan Covid-19.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua perawat, tenaga medis dan dokter, karena tidak mudah menangani Covid-19 . 8 jam sangat penting. Ini sangat berat. Oleh karena itu, saya sangat berterima kasih lagi kepada Bu Fira dan semua rekan perawat, pejabat kesehatan, dan dokter yang terus berjuang melawan Covid. Saya berharap semuanya segera berhenti, ”pungkas Presiden.