Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Cluster keluarga merupakan cluster yang menyebarkan Covid-19 di Indonesia. Laporan Gugus Tugas Covid-19 mencakup 1.100 grup keluarga.

Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Griffith University, mengatakan pada pandemi Covid-19, kemunculan kelompok keluarga merupakan fenomena yang lumrah, karena banyak penderita Covid-19 tidak memiliki gejala atau gejala yang ringan. .

Selain itu, cakupan deteksi dini penularan (seperti skrining dan tindak lanjut) masih sangat kecil. Terdeteksi karena cakupan tesnya sangat rendah, ”kata Dicky saat dihubungi Tribun (Senin) (28/9/2020).

Ia melanjutkan, 3M memakai masker, menjaga jarak dan bekerja keras mencuci tangan. Akan efektif bila digunakan. Di daerah dengan strategi pengujian. Dia menjelaskan: “Karena yang utama adalah mencari tahu sedini mungkin untuk memastikan bahwa orang dengan virus dapat dideteksi. Selain itu, menurut dia, kebanyakan orang masih mengabaikan perjanjian kesehatan Inggris. Dia mengatakan: “Kecuali untuk masker N-95, memakai masker mungkin tidak 100% bebas dari Covid-19, tapi tidak semua orang bisa melakukannya. . Untuk itu, selain memperkuat pengujian dan pemantauan Covid-19, saya berharap pemerintah terus mengedukasi masyarakat soal penyebaran virus corona ini. Dicky tidak hanya terus menyebar di Indonesia, Dicky mengatakan: “Melalui pemukiman keluarga Kampanye Covid-19 yang sedang berlangsung juga memiliki berbagai donor pasien positif di seluruh dunia. “Proporsi donasi di tiap negara / wilayah berbeda-beda, 40% dan 85%. Di China proporsinya mencapai 85%.