TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Banten Wahidin Halim dengan tegas menyatakan tidak akan menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Sesuai imbauan dekat WH, PSBB selalu melaksanakan kebijakan sebagai berikut: Berbagai langkah relaksasi telah dikoreksi Bupati di kota.

Contoh tindakan relaksasi meliputi: mengizinkan pusat perbelanjaan untuk beroperasi lebih bebas, restoran yang mengizinkan restoran untuk makan di tempat, dan taksi sepeda motor yang diizinkan untuk membawa WH mengatakan dalam pernyataan resmi pada hari Jumat (9/11): ” Kami adalah anggota PSBB dan tidak ada istilah umum untuk PSBB. Ada beberapa standar yang bisa diawasi dan disepakati dengan bupati dan walikota. Yang jadi poin utama yang harus ditekankan. “/ 2020).

Bedanya kali ini di Banten PSBB tidak hanya di Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang (Tangerang Raya), tapi juga lima wilayah perkotaan lainnya.

Baca: Pemkot Tangerang Menunggu Instruksi Gubernur Provinsi Banten Soal Jumlah PSBB di Jakarta

Bacaan: Pro dan Kontra Pelaksana Penuh PSBB, Sudjiwo Tedjo: Menteri dan Anies Hanya Berjuang di Grup WA — – “Banten melanjutkan dari awal, Presiden Banten mengatakan:“ Selama ini Banten telah melaksanakan Tahap 11 di wilayah Tangerang Raya hingga PSBB. Yang pertama Senin (7/9/2020) hingga Minggu (20/9/2020).

WH mengklaim warganya mematuhi protokol Covid-19, yaitu 3M (pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan) .— -Dia juga mencontohkan, perkembangan PSBB selama ini merupakan kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.