TRIBUNNEWS.COM-Pesawat dan alat transportasi lainnya mulai berfungsi. Tetapi apakah aman terbang selama pandemi Covid-19?

Mungkin kami berasumsi bahwa penyebaran virus dapat dengan mudah terjadi di bilik yang penuh sesak dan lapang. Cov-2 .

Dalam studi kasus paling komprehensif, sekelompok ilmuwan dari Goethe University di Jerman merinci bagaimana Covid-19 menyebar di antara penumpang penerbangan komersial.

Baca: Jika Dirut Angkasa Pura I Batalkan Syarat Tes Cepat, Penumpang di Pesawat Akan Melonjak – Laporan yang dimuat di JAMA Internet Open menggambarkan bagaimana tanggapan tujuh orang di pesawat itu Covid-19 dinyatakan positif dan kemudian dilepaskan ke penumpang lain, terutama dua baris penumpang terdekat yang duduk di pesawat. Dengan kata lain, tampaknya penularan Covid-19 dapat terjadi di pesawat terbang, tetapi tidak sebanyak yang kita duga. Sek, penulis riset dan direktur Institute of Medical Virology di Goethe University, menurut IFL Science, Selasa (18/8/2020).

Cessek dan timnya melakukan studi kasus pada penerbangan komersial dari Tel Aviv, Israel terbang ke Frankfurt, Jerman pada 9 Maret 2020. Penerbangan akan berlangsung selama 4 jam 40 menit. — -Menurut catatan, 9 Maret 2020 merupakan tahap pertama pandemi Covid -19 di Eropa.Karena masih dalam masa pertumbuhan, penggunaan masker masih sangat longgar, dan masyarakat tidak menganjurkan menjaga jarak dua meter.

Di dalam pesawat Ada 102 penumpang, 24 di antaranya adalah kelompok wisatawan.