TRIBUNNEWS.COM-Ahli epidemiologi Lombok Barat Hendy Suhendra menilai jika pihak berwenang menganggap hal itu mendesak, tidak ada masalah dengan melanjutkan kunjungan kerja.

Namun, kolaborator LaporCovid-19 mengharuskan mereka menerima pungutan sebagai syarat perjalanan.

Bagi menteri dan pejabat senior lainnya, mereka sering berinteraksi dengan banyak orang penting.

“Masa berlaku juga harus dibatasi, misalnya sampai 7 hari setelah sampel diambil dari swab. Oleh karena itu, masa berlaku tidak 7 hari setelah hasil PCR dirilis, karena hasil PCR mungkin memerlukan biaya. 2020) mengatakan: “Hingga tiga hari. Namun, rapid molecular test (TCM) dapat digunakan untuk memprioritaskan mata kuliah kementerian sehingga hasilnya dapat ditampilkan dalam waktu 1×24 jam. Ia juga menegaskan bahwa pejabat harus tetap teguh melaksanakan higienitas untuk kebaikan bersama. Protokol .

Baca: Covid-19 Aktif, Menteri Agama Facrul Razi temui Jokowi di Istana pada 7 September

Baca: Covid-19 Aktif, Menteri Agama Fachrul Razi dikarantina di rumah sakit

“Pejabat setingkat menteri, menurut saya perjanjian kesehatan bisa diterapkan. Misalnya, terbang di kelas bisnis memungkinkan mereka menjaga jarak dan menunggu di ruang tunggu bandara agar tidak keramaian ke ruang tunggu umum, “ujarnya. -19 .

Mereka adalah Menteri Agama, Fachrul Razi), serta Menteri KKP Edhy Prabowo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Budi Karya Sumadi) dalam kondisi baik, kata Menteri Agama Fachrul. Saya datang ke Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti acara pada 16 September. Fahrul bertemu banyak orang penting, antara lain Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Aryadi, dan beberapa “Universitas Islam Negeri Mataram” pejabat Pemprov berarti TGH Turmuzi Badaruddin atau Tuan Guru Bagu.

Selain itu, banyak juga wartawan yang berinteraksi dengan Fachrul. (TV Mataram, penulis Kompa , Fitri Rachmawati | Penulis Dheri Agriesta) -Artikel ini pernah dimuat di Kompas.com dengan judul “Tinggalkan Daerah dan Temui Banyak Orang Penting. Menteri Harus Uji Usap”,