TRIBUNNEWS.COM-Saat menerapkan standar baru, apakah dijamin penularan Covid-19 tidak akan terjadi?

Kepala RS UNS sekaligus pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Surton, menanggapi penerapan standar baru di masyarakat.

Hartono mengatakan penerapan standar baru tidak menjamin penyebaran virus.

“Kalau dijamin kesulitan ini sudah pasti, jadi kalau masih ada, lanjutnya:” Kemungkinan penularan akan selalu ada, “kata Hartono yang dikirim ke Tribunnews melalui saluran telepon. com, Sabtu (30/5/2020) .- Bacaan: Apa dampak penerapan baru terhadap perusahaan? Jelaskan sebagai berikut: Bacaan: Ada 467 kasus positif Corona di Indonesia, dan 15 provinsi tidak ada kasus yang dilaporkan

Baca : Indonesia sedang mempersiapkan normal baru. Di sinilah tempat paling rawan terkena corona, dan cara pencegahannya-masyarakat tinggal mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh atau meningkatkan daya tahan tubuh. -Dengan meningkatkan daya tahan tubuh, jika virus masuk, tidak akan Akan sakit, tapi kalau tidak parah atau ringan. — “Banyak olah raga sekarang mencegah virus masuk lewat jarak fisik,” jelas Hartono.

Jadi normal baru adalah cara orang menjalani aktivitas normal nanti, dan pada saat bersamaan Prinsip “fisik” itu terwujud Jarak. ”Misalnya pakai masker, sering cuci tangan, dan tempel batuk.

“Artinya akan ada perubahan gaya hidup di masa depan, karena begitu kita membahas” jarak apapun dalam tubuh “yang diterapkan di masyarakat, maka meluas ke masyarakat, politik, ekonomi, agama dan hampir semuanya Domain, “lanjutnya.