Paramita Widya Kusuma, Anggota Pansus VII DPR TRIBUNNEWS.COM-PDI Perjuangan di Jakarta menilai, alasan PT PLN (Persero) menyebabkan masyarakat dirugikan akibat kenaikan tagihan listrik bukan tidak beralasan. — -Lindungi pelanggan dari mahkota. Memang, agen bertemu langsung dengan pelanggan, bukan? Tidak, mereka hanya menghadapi mesin ini. -Menurut Paramita, alasan lain PLN adalah masyarakatnya sangat aktif di rumah dan seruan untuk bekerja di rumah atau bekerja di rumah (WFH).

Baca: PLN Siapkan Rencana Tagihan Listrik Pembayaran Cicilan

“Di Daerah Pemilihan Saya SMP 1 Bumiayu, Brebes, Tagihan Listrik Bulan Ini Rp 7 Juta, Biasanya Rp 2,5 Juta, Padahal Kita Tahu Semua Sekolah-sekolah sudah beberapa bulan tutup, ”kata Paramita. Mengalami peningkatan di masyarakat, dimana alasan PLN akumulasi bulan sebelumnya tidak dibayar oleh pelanggan.

“Jadi saya melihat bahwa alasan ini ditemukan. Alasan ini sangat lucu. Beberapa orang mengatakan bahwa peningkatan konsumsi listrik karena WFH, beberapa orang mengatakan bahwa mereka menonton drama Korea, dll., Tetapi menurut saya, ini tidak masuk akal Ya, “kata Palamita.

Selain itu, Palamita mengingatkan PLN untuk menggunakan bahasa sopan tentang pembayaran pelanggan. Listrik … “PLN selalu menakut-nakuti pelanggan, saya sering terima surat, seperti PLN mengingatkan saya, misalnya pada tanggal seperti itu, kalau beberapa bulan tidak membayar maka akan dibatalkan,” ujarnya. Saya mohon kepada manajer PLN yang terhormat untuk memberikan informasi kepada pelanggan, menyempurnakan bahasanya, dan jangan kasar, ”lanjut Paramita.