Laporan Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo – Jakarta Arifin, Ketua Tribunnews.com-Satpol PP DKI JABARTA, memerintahkan jajarannya untuk membidik anak muda yang tidak mematuhi aturan kesehatan. Selama masa transisi PSBB, banyak tarekat muda beroperasi tetapi mengabaikan peraturan pemerintah.

Arifin menyampaikan hal tersebut dalam seruannya untuk “perbaikan kewaspadaan Covid-19” yang berlangsung di pelataran Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan di Gambier. , Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2020) siang.

Bacaan: Meningkat 658 kasus, Sekarang Jumlah Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta 24.521

“Tempat berkumpulnya anak muda” tidak ada yang memperhatikan aturan dan regulasi kesehatan, dan tempat duduk penuh. Tidak ada tanda keterasingan fisik. Saat ini, banyak kafe mengabaikan peraturan kesehatan. “-Untuk itu, dia memerintahkan kepada pegawai jalanan untuk mengambil tindakan terarah, terutama di akhir pekan.

Dalam aksinya, pegawai Sartol PP diminta untuk memverifikasi kafe terkait atau pengunjung yang terdaftar di kafe tersebut. Informasi kemampuan Restoran, periksa fasilitas cuci tangan, dan tanda tangani kursi pengunjung. — “Tidak ada yang melanggar metode. Di restoran, banyak peraturan kesehatan yang diabaikan dalam aktivitas restoran. Tanyakan apakah ada informasi jumlah wisatawan, periksa apakah ada tanda-tanda jarak jaga, apakah ada hand sanitizer jarak jaga, cuci tangan, “jelas Arifin .

“. Silakan mengambil tindakan jika tidak diisi. Selain itu, bila tidak diisi silahkan dilakukan tindakan, tegasnya lagi. -Juga mengundang fasilitas publik menjadi salah satu sasaran prioritas aksi. Di tempat umum, ini hanya masalah jari.

“Saya menemukan data khusus yang terkait dengan tempat umum sangat sedikit. Topeng itu sangat istimewa. Tapi di DKI hanya ada 2 atau 2 tempat umum. Minggu lalu, minggu lalu hanya jumlah DKI yang 2. Ini data.