Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Dr. Budi Haryanto, SKM, M.Kes, M.Sc menjelaskan bahwa dampak pencemaran udara akan semakin meningkat. Meninggal dalam 19 pandemi. Selebihnya, kata Profesor Budi dalam diskusi virtual di YLKI, Sabtu (27/6/2020). Menurutnya, polusi udara dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh manusia, yang membantu Terpapar virus .: Wakil Menteri: Semua pihak berkontribusi memutus rantai Covid-19-dalam studinya, 21% warga Tangerang memiliki fungsi paru-paru abnormal akibat polusi udara Bahkan di Makassar rasio ini sudah mencapai 24%. Cukup besar untuk mewakili. Ia mengatakan: “Harus diingat bahwa paru-paru yang rusak tidak akan kembali normal. Dijelaskannya, penyebab kerusakan ini karena terlalu lama menghirup polutan yang mengandung bahan kimia, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan puluhan tahun. Dalam tiga bulan, setiap sembilan hari, masuk kategori penyakit ispa. (Infeksi saluran pernafasan) juga bisa terjadi pada anak-anak. “- Profesor Budi juga mengutip contoh lain, seperti di Filipina dan India, di mana banyak orang yang rentan. Kematian akibat Covid-19 disebabkan oleh penyakit bawaan akibat polusi udara.

Menurut studi Universitas Harvard, apakah dia terus mengatakan bahwa NEJM mencatat risiko kematian pasien Covid-19 4,5 kali lipat di daerah yang tercemar PM2,5 pada April 2020. Data PM2.5 di 3.080 kabupaten / kota dari 2002 hingga 2009 atau 98% dari populasi A.S. menunjukkan bahwa 15% orang yang telah terpapar PM2.5 dalam waktu yang lama lebih mungkin meninggal akibat Covid-19. Kedua, 12% kematian Covid-19 Italia terjadi di daerah dengan polusi udara yang parah, dibandingkan dengan 4,5% di Italia secara keseluruhan.

Masih di Eropa, tingkat polusi udara setelah Italia, Perancis, Spanyol dan Jerman, 83% dari angka kematian juga disebabkan oleh dampak polusi udara. Polusi udara meningkatkan angka kematian yang tinggi. Uni Eropa untuk Kesehatan Masyarakat mengatakan bahwa polusi udara mengurangi peluang seseorang untuk bertahan hidup dari wabah korona, “katanya.