TRIBUNNEWS.COM-Apa yang dimaksud dengan normal baru? Bagaimana jika Indonesia menerapkan standar baru?

Belum lama ini, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia akan memasuki tatanan hidup baru (new normal)

Masyarakat harus hidup berdampingan dalam damai dengan Covid-19. Chokovi mengatakan: “Berdampingan, kami belum menyerah, tetapi kami beradaptasi (beradaptasi dengan bahaya Covid-19. Kami memerangi Covid-19 melalui perjanjian kesehatan yang diprioritaskan dan menuntut.” .Com., Senin ( 25 Mei 2020).

Di saat yang sama, Psikolog Yuli Budirahayu yang dihubungi Tribunnews.com menjelaskan bahwa “normal baru” adalah perubahan perilaku yang dapat melanjutkan aktivitas normal, namun menekankan pada implementasi Kesepakatan Kesehatan itu bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Baca: Kecewa dengan Jokowi, Saat Corona: Refly Harun Hantam Perekonomian: Tampak Tak Punya Uang?

Baca: Akibat Corona Dengan meningkatnya kasus, Brasil masuk dalam daftar negara terlarang di Amerika Serikat-itu Uli yang menunjukkan bahwa seseorang mengadopsi gaya hidup yang berbeda untuk mengurangi risiko penyebaran virus. Lainnya, “kata Yuli .-” Orang tidak perlu panik. Dan gugup, karena jika kedua tujuan ini ingin tercapai pada akhirnya, meskipun ada perintah atau aturan baru, mereka harus melanjutkan aktivitas seperti biasa (biasanya).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan penerapan kebiasaan baru atau Pedoman baru pencegahan virus korona (covid-19) ./328/2020 Pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kantor industri dan tempat kerja untuk mendukung kelangsungan bisnis dalam kondisi yang menuntut.