Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tidak semua masyarakat Indonesia di semua daerah bisa menggunakan media online untuk pembelajaran jarak jauh.

Masih sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mendapatkan fasilitas jaringan seluler dan teknologi Internet. Ketiganya merupakan pendukung e-learning selama pandemi corona.

Keterbatasan ini tidak memperlambat tekad Maria Yosephina Morukh untuk mengajar siswa di SDK Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur)

– — Guru honorer selalu siap mengunjungi siswanya satu per satu untuk kelas .

Baca: WHO berhenti menguji obat malaria hidroksikuin Trump untuk Covid-19

“Android, Nokia Harapan. Saya dengan semangat menyusun jadwal kunjungan anak-anak dari rumah ke rumah, misalnya pada hari pertama saya mengunjungi minimal lima rumah, “kata Maria dalam surat kepada Menteri: Nadiem Makarim, Sekolah Tinggi Pendidikan dan Kebudayaan .— -Maria Nadiem (Nadiem) membacakan curhatan dalam “pandemi Hikmah” di bulan Ramadhan saat terjadi pandemi, informasi itu diposting di laman Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (26/5/2020). .

Baca: Besok paling, jangan pakai, jangan lupa kirim foto meteran lewat WhatsApp!

Maria memberitahunya bahwa dia akan mengunjungi setidaknya lima siswa setiap hari untuk kelas dan belajar. Melalui pengajaran langsung, Maria memastikan bahwa dia memperhatikan tata cara kesehatan. –Dia mengunjungi anak-anak dengan sepeda motor. Terkadang, Maria bahkan harus menyeberangi sungai untuk mengajar murid-muridnya.

“Senang sekali karena bisa melihat mereka. Tapi, di satu sisi, kadang kalau hujan, jalannya juga susah. Kadang ada banjir karena harus menyeberang sungai. Juga lihat anak-anak . Saya selalu bersemangat tentang ide belajar untuk mereka, “kata Maria. ——Kedatangan Maria sangat disambut oleh Maria. Siswa dan orang tuanya. Beberapa siswa bahkan mengaku ketinggalan sekolah, namun Maria mengenang bahwa pembelajaran jarak jauh diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona. – “Murid-muridnya kaget, mungkin karena mereka senang sama aku. Aku sekolah dulu karena masih ada karangan bunga, jadi kami tidak masuk. Jadi ibuku datang, aku tinggal mengerjakan PR-mu,” Maria