Wartawan Tribunnews memberitakan Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Perhimpunan Seluruh Rumah Sakit Indonesia (PERSI) membantah telah melibas pasien bernama Direktur Kantor Kepresidenan Moeldoko. Seorang mantan Panglima TNI mengeluarkan pernyataan yang meminta rumah sakit tidak semena-mena mengutuk semua pasien yang meninggal karena Covid-19. Putusan ke -19, pasien yang bukan Covid-19 disebut juga positif Covid-19.

Salah satu alasannya adalah untuk menggunakannya, namun pernyataan Moeldoko tersebut memicu protes dari para dokter dan tenaga medis. — Dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sekretaris Departemen Jaminan Kesehatan PERSI, mengatakan tuduhan itu tidak benar.

Baca: Histeris Warga Melempar Ambulans, Menolak Jenazah Pasien Reaktif Covid-19

Bacaan: Persetujuan Resmi UU Peluang Kerja, Airlangga Hartarto Singgung Pidato Pengukuhan Chokovy

tapi , Pihaknya bisa menerima kritik dan koreksi, dan meminta mereka yang menemukan situasi seperti itu segera melaporkannya ke PERSI.

“Jika kami disuruh menjawab” ya “, maka kami memiliki ratusan anggota rumah sakit. Namun, kami memiliki banyak rumah sakit dan kami dapat menerima kritik, koreksi, dan pengawasan.” (5/10/2020). Tonang menjelaskan, masalah yang paling baru adalah stigma negatif seputar Covid-19 di masyarakat.

Ia mengatakan jika stigma seputar Covid-19 bisa dihilangkan, kesalahpahaman di masyarakat bisa dihindari.