JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Sejak diumumkan kasus pertama pada Maret tahun lalu, Palang Merah Indonesia (PMI) terus melakukan operasi pengobatan dan pencegahan Covid-19 di Indonesia.

Sebagai bagian dari aksinya, PMI menitikberatkan pada tiga hal yaitu edukasi publik, penyemprotan desinfektan dan bantuan sosial atau tindakan pencegahan dan mitigasi.

Husain Abdullah, Koordinator Komite Manajemen Pusat Covid-19 PMI, menjelaskan setidaknya selama aksi pengelolaan layanan Covid-19, mulai Maret hingga 23 Juni, para penerima manfaat, Secara khusus, penerima manfaat penyemprotan desinfektan yang dilakukan PMI mencapai 50.309.339 di 78.000 titik di berbagai wilayah Indonesia. Setelah 82 hari perawatan, maksimal 15 tes usap akan dilakukan -termasuk 1.331.668 tenaga kesehatan, 20.595 tenaga psikososial dan pelayanan kesehatan keluarga, serta pelayanan Ambulan yang meliputi 342 pasien dan 187 Covid -19 p mayat rotocol.

Selain pengabdian kepada masyarakat, Akat PMI juga mendistribusikan berbagai produk logistik terkait Covid-19, antara lain: 2.732.150 masker kesehatan, 2.395.008 masker kain, 32.192 masker N95, 7.435 tanpa kacamata, 5.240 karet Sarung tangan, 1.078.172 sarung tangan medis, 4.737 tahan air, Hazmat 22.490, kemasan makanan 84.586. – Termasuk masker 1599, wipeol 498934, sprayer 3724, kantong tubuh 251, kemasan PHBS (gaya hidup bersih dan sehat) (hingga 747.000) 30 ventilator. : Pasien Covid-19 Ponorogo akhirnya sembuh setelah 22 tes usap

Husain Abdullah mengungkapkan bahwa PMI akan terus memperluas cakupan layanan untuk memberantas Covid-19 di Indonesia Rantai penyebaran. Oleh karena itu, Hussein berharap relawan PMI di seluruh dunia siap menghadapi Covid 19 setiap saat, karena kekurangan vaksin membutuhkan perjalanan yang panjang.

Seperti semua orang yang memberikan bantuan kemanusiaan melalui PMI, kami ingin berterima kasih kepada kami. tinggi. Untuk itu, kami selalu bekerja keras untuk memastikan akses cepat untuk membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.