TRIBUNNEWS.COM-Vaksin COVID-19 yang dikembangkan di Rusia dan China memiliki potensi kekurangan yang sama.

Karena vaksin ini didasarkan pada virus flu biasa yang telah terpapar banyak orang, beberapa ahli mengatakan efek potensial dari vaksin ini terbatas.

Vaksin CanSino Biologics dari China ini telah disetujui untuk penggunaan militer di China. -Para ahli mengatakan bahwa vaksin tersebut merupakan bentuk perbaikan dari adenovirus tipe 5 atau Ad5.

Pada saat yang sama, perusahaan sedang mendiskusikan untuk mendapatkan persetujuan darurat di beberapa negara.

Baca: Menurut laporan, Rusia menghasilkan gelombang pertama vaksin virus corona-The Wall Street Journal melaporkan, meski uji coba vaksin skala besar belum selesai. ——Hal yang sama berlaku untuk vaksin yang dikembangkan oleh Gamaliya Institute di Moskow. – Vaksin telah disetujui di Rusia meskipun pengujian terbatas, awal bulan ini.

Vaksin ini juga berdasarkan Ad5 dan adenovirus kedua negatif.